Sosialisasi Dan Pelatihan Singkat Intensifikasi Kasus Kusta Dan Frambusia

Diskominfo – pali, Pertemuan advokasi, Sosialisasi dan Pelatihan singkat kegiatan Intensifikasi penemuan Kasus Kusta dan Frambusia melalui Kampanye Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia bersama dengan Dinas Kesehatan (DINKES) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir bertempat di ruang rapat Sekretariat Daerah KM 10 pada hari Rabu (08/11) yang dihadiri oleh Sekda Zahron Nazil SH, Kepala Dinkes Kabupaten PALI, Dinkes Provinsi Sumsel, Perwakilan Dirjen P2P,Asisten I II III, Staf Ahli, Ketua Majelis Ulama, Camat dan Seluruh Kepala Dinas Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten PALI.

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Syahron Nazil, SH menyampaikan Frambusia merupakan penyakit kulit yang sederhana dan mudah dituntaskan, hanya saja memang sering kali terabaikan karena pemahaman masyarakat terhadap gejala – gejala yang tidak di ketahui atau karena memang petugas – petugas tidak sampai ke desa – desa (pelosok desa) untuk memantau masyarakat. Terutama masyarakat yang kondisi sanitasinya boleh di katakan buruk karena permasalahan mendasar di Kabupaten PALI salah satunya adalah sanitasi.

“Kalau di daerah kecamatan kota, kelurahan kota tidak dipermasalahkan, akan tetapi di desa dimana sumber air kebutuhan rumah tangga dan kualitas air kalaupun dicek di laboratorium itu sangat – sangat tidak layak, maka dari itu Pemerintah Kabupaten PALI berusaha untuk menyediakan suplai air bersih karena ini merupakan hak dasar masyarakat” Ujar Sekretaris Daerah Syahron Nazil, SH.

Dari sektor kesehatan merupakan urusan wajib pelayanan dasar yang harus dipersiapkan oleh  Pemerintah dikarenakan penyakit ini dapat menular dan dampaknya ada tiga sisi, Pertama dari aspek fisik. Kusta dan Frambusia menimbulkan kecacatan fisik yang berakibat masyarakat tidak mampu mengakses pekerjaan lalu berdampak pada kemiskinan.

Yang kedua dari aspek sosial, para penderita Kusta faktanya mereka sering terisolir (dikucilkan) dan dulu Rumah Sakit Kusta jauh dari pemukiman masyarakat. Secara etis memang agar tidak terjadi penularan tetapi secara fisikologi seakan – akan dikucilkan baik itu lingkungan maupun keluarga sendiri.

“Ada dua hal sosial mereka merasa terkucilkan dan secara ekonomi jelas karna mereka kehilangan kesempatan untuk bekerja. Oleh sebab itu, maka ada dua hal yang sudah di jelaskan Pertama mengeleminasi atau mencegah. Kedua bagaimana merehabilitasi baik itu merehabilitasi secara fisik, merehabilitasi secara sosial dan merehabilitasi secara ekonomi para penderita Kusta maupun penderita Frambusia” jelas Sekretaris Daerah Syahron Nazil, SH.

Adapun harapan Sekretaris Daerah Syahron Nazil, SH yaitu bisa dilaksanakannya penyuluhan (sosialisasi) ke pelosok desa agar masyarakat tahu dampak dan ciri – ciri penyakit tersebut sehingga dapat ditangani (cegah) dengan benar dan beliau menyarankan tindakan cepat baik itu di pelosok desa dan petugas yang menangani penyakit Kusta dan Frambusia baik itu di kota ataupun di desa agar dapat menangani dengan benar gejala atau penyakitnya karena Pemerintah ada untuk melayani masyarakat.

 

Oleh : Tim Pelitut Dinas Kominfo PALI

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons
Translate »